Sendiri vs Sepi

Hujan

Morning all🙂

Pagi ini gerimis, ah indahnya. Udaranya sejuk, walaupun langit memang agak mendung. Bogor ajib banget kalo lagi adem gini ;p

Berbicara mengenai artikel saya semalem, saya sempat menyebut kata-kata Sepi dan Sendiri. Kedua hal yang saya pertanyakan disitu🙂 Beberapa jam setelah itu, seseorang memberitahukan saya untuk membaca artikel di Psychology Today, dan suatu kebetulan, ada satu artikel tentang Solitude dan Loneliness. Hmm, sebelumnya saya mau cerita sedikit tentang saya :p *gak narsis ko*

Suatu waktu, teman-teman saya kadang mempertanyakan kepada saya, mengapa saya sering nonton bioskop sendirian, ke toko buku sendirian, kadang cari makan pun sendirian (apalagi dulu mah saya pernah ke Puncak sendirian ngendarain motor, saking pengennya ke At Taawun siang itu). Teman saya ada yang bilang itu hal aneh, ya aneh disini maksudnya ko kenapa ga ada yang nemenin, atau kenapa ga cari temen buat sekedar nemenin, biar ga jalan sendirian aneh kaya anak ilang gitu. Hmm, kadang saya bingung jawabnya gimana, tapi yang paling sering saya bilang adalah, ya ga kepikiran aja ngajak temen, kalo emang lagi pengen pergi sendiri, yaudah tinggal pergi aja🙂

Ketika saya ingin pergi sendiri, sebenernya ada alasan yang bikin saya seperti itu. Saya orangnya praktis. Kalo mau ke tempat A, tinggal ngendarain motor, pergi ke tempat A, dan kalo udah selesai, saya bisa langsung pulang. Nah, kalo saya emang lagi pengen sendiri, lalu saya terpaksa pergi dengan seseorang, saya harus janjian untuk ketemuan, dia harus menemani saya menemukan sesuatu yang saya pengen, begitupun saya harus menemani dia menemukan sesuatu yang dia pengen atau bahkan kita terlalu lama bilang “terserah kamu mau kemana”. Belum lagi ketika kita harus makan setelah lelah muter-muter, waktu pulang pun menjadi lama. In this case, ketika saya sedang ingin sendirian. Kalo lagi pengen jalan-jalan sama temen-temen ya beda kisahnya🙂

Kalo temen saya tanya lagi alasan saya suka nonton bioskop sendirian, saya malah sering bilang, kamu cobain deh, sensasinya mantap🙂 haha, karena udah bingung mau jelasin kaya gimana, soalnya susah juga kalo beda persepsi😀

Hal-hal seperti itu yang membuat saya kadang berpikir mengenai kesendirian dan kesepian. Secara sekilas, kesendirian itu berarti hidup sendiri dan merasa asing. Lalu kesepian berarti tidak ada teman, dan memiliki perasaan sunyi. Keduanya terlihat saling berkaitan. Namun, ketika saya melihat artikel di Psychology Today,

“Loneliness is a negative state, marked by a sense of isolation. One feels that something is missing. It is possible to be with people and still feel lonely-perhaps the most bitter form of loneliness. Solitude is the state of being alone without being lonely. It is a positive and constructive state of engagement with oneself. Solitude is desirable, a state of being alone where you provide yourself wonderful and sufficient company.”

Dan disana pun dikatakan bahwa “Solitude is something you choose. Loneliness is imposed on you by others”. Jika suatu ketika kita merasa pikiran kita sedang penuh, satu hal terbaik untuk dilakukan, rehat sejenak dan nikmati kesendirian, karena kesendirian adalah sebuah waktu yang dapat digunakan untuk refleksi atau pencarian jati diri.

Lalu pada akhirnya,,
We all need periods of solitude, although temperamentally we probably differ in the amount of solitude we need. Some solitude is essential; It gives us time to explore and know ourselves. It is the necessary counterpoint to intimacy, what allows us to have a self worthy of sharing. Solitude gives us a chance to regain perspective. It renews us for the challenges of life. It allows us to get (back) into the position of driving our own lives, rather than having them run by schedules and demands from without. Solitude restores body and mind. Lonelinesss depletes them.

Intinya, kesendirian itu bukanlah sebuah keanehan. Setiap orang pasti butuh yang namanya Me-Time. Namun caranya berbeda-beda. Biarlah setiap orang mengeksplorasi dirinya sendiri dengan Me-Time tadi. Entah dengan cara shopping sampai puas, entah dengan pergi ke salon melakukan treatment ini itu, entah dengan pergi ke toko buku membaca buku sampai puas, apapun. Setiap orang butuh waktu untuk menyendiri ketika dia ingin menyendiri. I have told you about my Me-Time, so how about you?🙂

4 thoughts on “Sendiri vs Sepi

  1. Simply of me …

    Kita memiliki karakter dan pemikiran yang sama untuk solitude and loneliness ….🙂

    Orang boleh menganggapnya aneh, kmna2 sendiri, bahkan terkadang orang bilang “gk punya teman ya” … i’ts not like that … it’s just ’bout me, my world, my mind, my time, n coz i’m just a simple person …
    Sensasinya begitu menyenangkan disaat kita jalan sendiri yang klo org bilang seperti “anak hilang” … but i like it … :))

    • ternyataaaa, ada anak bolang jugaaaaa :)) :))

      iya, klo emang lagi pengen, nonton bioskop juga sendirian aja😀 yah jadi gitu, solitude itu beda artinya dengan loneliness😀 kadang kesepian, tapi kadang ya emang pilihan aja lagi pengen sendiri😀

  2. setuju banget! karena sendiri tak berarti sesuatu yg salah bukan? waw, seneng bisa ketemu org yg seprinsip *eh hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s