Kamu, kopi dan hujan (part I)

Hey!

Beberapa hari yang lalu aku sempat sungguh merindukan hujan. Aku merindukan wangi tanah dan rumput yang basah, suara rinai hujan yang jatuh melewati atap, dan kejutan-kejutan lainnya setelah hujan. Satu hari setelah aku meracau bahwa aku sungguh merindukan hujan, ternyata hujan turun dengan derasnya. Mungkin saat itu matahari sedang menyembunyikan dirinya dibalik awan, dan bergumam“Sekarang giliran hujan yang memberikan berkah kepada bumi”, seakan aku dapat merasakan isyarat yang diberikan oleh matahari, hari itu aku sungguh senang dapat merasakan berkah itu,

dan hujan pun membawa kenangan tentangmu kembali.

Ya, hujan selalu membawanya🙂

Remember the first day when I saw your face
remember the first day when you smiled at me
you stepped to me and then you said to me
I was the woman you dreamed about

Pertemuan pertama kita memang sungguh tidak disangka-sangka, kita berada di Kedai Kopi saat itu, kamu bersama teman-temanmu, dan aku sendirian. Aku tidak menyadari kehadiranmu disana saat itu. Aku hanya sibuk berkutat dengan laptopku, membaca sebuah artikel, memberikan komentar, dan bersiap-siap untuk menulis artikel untuk kemudian dipublish. Namun, kemudian pelayan kedai membuyarkan pikiranku,,

“Maaf mba, ini pesanannya, satu cangkir Latte kan?”

, dengan sigap aku menjawab,

“Saya gak pesan Latte, saya pesan Espresso. coba dicek kembali pesanannya. Thanks”

“Oh sebentar ya mba, maaf”

Lalu akupun hanya tersenyum, dan dalam waktu bersamaan, ada suara seorang l elaki memanggil pelayan yang sama dari meja sebelah. Samar-samar aku mendengar dia berkata bahwa mungkin Lattenya itu adalah punya dia, lalu pelayan pun ingin memastikan dengan mengecek pesanan dengan nomor meja.

Refleks aku menoleh pada sumber suara tadi. Yap, lelaki itu adalah kamu.

Crap! Got me!
Ko bisa barengan ya? Saat aku menoleh kearahmu, kamupun melakukan hal yang sama, menoleh kearahku. Sepersekian detik setelah kita berpandang-pandangan gak jelas, kamu tersenyum, walaupun aku sempat kikuk, aku membalas senyumanmu. Waktu itu aku bukannya kepedean, tapi aku tau, kamu pasti tersenyum kearahku, soalnya aku berada di meja pojok, dan memang sedang tidak ada orang lain disekitarku, kecuali kamu dan teman-temanmu.

Hosh! Aku lalu mengembalikan pandanganku pada leptop dan bergumam “He looks sophisticated”
Ah, bete, aku sempet gak konsen sesaat waktu itu😀

<– bersambung ah..🙂 –>

note: ya mungkin aja ini versi cowoknya :p

2 thoughts on “Kamu, kopi dan hujan (part I)

  1. Pingback: Brown eyes, kopi, berbunga-bunga « Racauan Gonzi
  2. Pingback: Gerimis, kopi dan Q « Racauan Gonzi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s