Tentang mimpi

Aku mencoba untuk menulis tentang mimpi. Bukan sok-sokan ngerti banyak tentang mimpi, justru tulisan ini hasil chat dan baca sana-sini😀 Berawal dari pertanyaan, “kenapa sih kita bisa bermimpi?” dan “kenapa mimpiku itu temanya sering kali sama?”, akhirnya aku mencoba untuk bertanya ke mas Ayah_Air perihal mimpi ini. Ngga disengaja janjian chatting buat ngomongin tentang mimpi ini, tapi pertanyaan demi pertanyaan tentang mimpi mengalir begitu aja. *toh yang janjian pun ternyatah aku mengingkarinya, maaf ya mas ayah :))* Ahya, dan untuk memenuhi janjiku untuk memposting tentang mimpi ini kepada paperplane ;p

Sebelumnya, menurut Wikipedia, mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama tidur yang disertai dengan REM (rapid eye movement). Dalam mimpi, pemimpi dapat menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi masih berlangsung, dan terkadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpunya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi, disebut juga lucid dreaming. Serta pemimpi pun dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya, takut, sedih, dan lainnya.

Kembali ke chattingan bersama mas ayah, aku nanya gini, “kenapa ya mimpi aku mirip2? ada hubungannyakah mimpi dengan sebuah keinginan atau sebuah harapan? atau malah representasi kehidupan yang lagi dijalanin?” dan kalian wahai para pembaca *hadah* tau gak jawabannya gimana dari 3 pertanyaan yang cukup panjang itu? mas ayah bilang gini, “ada banyak teori mimpi dari mulai yang sangat klenik sampe yang sangat ilmiah dan terukur, nah di pertanyaan yang kamu bilang, jawabannya sangat ada”. Udah. Titik. *hoshhh* Setelah sebelumnya OOT kesana kemari, dia pake nanya pulak, “eh, cuma mau tau jawaban pertanyaanmu atau penjelasannya?” *nangis kejer*


Jadi begini, kesadaran manusia setidaknya ada tiga level, alam sadar, alam pra-sadar, dan alam bawah sadar, yang tidur itu sebenernya cuma alam sadar, paling jauh ya alam pra-sadar, karena alam bawah sadar gak pernah bener-bener tidur, dia selalu aktif kapanpun, dimanapun. Dia justru paling ga aktif saat alam sadar menguasai kita. Misalnya kita mendapatkan sebuah pemecahan masalah justru saat kita lagi ga konsentrasi sama masalah itu. Ya makanya banyak ilham muncul di kamar mandi, karena kita lagi rileks🙂 Ketika kita lagi mikirin suatu masalah, alam bawah sadar pun ikut memikirkannya, dan ketika alam sadar kita lagi melupakan sejenak, maka alam bawah sadar kita tetep aktif mikirin hal itu tanpa kita sadari, itulah kenapa ada ide yang bisa muncul justru saat kita paling ngga mikirin. Ada pepatah bule mengatakan, sleep over it atau sleep on it, kalo udah pusing, tidur aja. Malah ada beberapa orang nemu idenya dalam mimpi.

Lalu aku bilang lagi sama mas ayah, “kadang kalo lagi ngerjain tugas itung-itungan sampe pusing banget, terus ngga beres karena udah ngantuk banget, dan akhirnya tidur, nantinya di mimpi berasa ngitung dan pas bangun migren”. Nah, kata mas ayah, itu adalah alam pra-sadar. Kalo tidurnya gak nyenyak, alam pra-sadarnya masih aktif, dan pra-sadar itu menyerap energi mental alam sadar dan alam bawah sadar sekaligus makanya jadi migren dan biasanya gampang dibangunin atau diusik. Mengenai kasus ketika tidur itu ketindihan atau terasa berat, hal itu terjadi ketika alam sadar kita sedang shut down dan alam pra-sadar aktif total. Alam pra-sadar itu jago sekali meniru alam sadar, mereplikasi pengalaman yang biasanya ada di alam sadar, makanya kalo orang merasa ketindihan suka bilang liat anu lah itu lah, itu replikasi perasaan berat yang pernah dialami dalam keadaan terjaga, jadi yang ngalamin ga bisa ngebedain mana mimpi atau bukan, dan terasa sebagai bukan mimpi tapi terasa sebagai dialami waktu tidur juga. Ketindihan, terasa berat dan kejadian serupa terjadi karena alam pra-sadar melakukan invasi pada benak kita, bisa juga disebut sebagai permainan pikiran.

Okay, dan pada akhirnya pun aku bertanya perihal mimpiku yang selalu mirip-mirip. Mimpi seperti ada di suatu tempat yang aku gak tau bisa di desa antah berantah, bisa disebuah gedung yang aku gak kenal atau di perkampungan warga, dan aku berusaha nyari jalan keluar dari tempat-tempat itu. Soalnya aku bener-bener belum pernah ke tempat itu sebelumnya, dan berusaha nyari jalan buat pulang. Bukan horror atau aneh-aneh, hanya intinya itu, nyari jalan keluar🙂 Ternyata penjelasannya begini, itu adalah khas mimpi dewasa awal, atau early adulthood yang terjadi antara umur 17-23. Hal-hal yang aku mimpiin itu kira-kira representasi sebuah keinginan sekaligus ketakutan tentang tempat-tempat atau tanggungjawab baru. Pengen bisa eksplorasi tapi juga gak yakin terbiasa sama sesuatu yang baru, di lain pihak, percaya bahwa selalu bisa nyari solusinya. Yah, intinya gitu🙂

Sebenernya masih ada lagi yang pengen dishare tentang mimpi, tapi ini kayanya juga udah panjang, jadi mungkin nanti dilanjutin aja lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s