Tentang aku, kamu dan hujan

Woman wearing raincoatAku masih ingat ketika kita meneduh di warung yang sama, dan untuk pertama kalinya, mataku dan matamu saling bertemu, terdiam sesaat, saling menatap, lalu aku membalas senyummu. Hey, senyummu manis🙂

Aku masih ingat saat kedua kalinya kamu ada di tempat yang sama denganku, lalu kamu menghampiriku, berusaha basa-basi, mengajakku bersenda gurau, lalu akhirnya kamu memperkenalkan namamu, Dzaky, dan aku pun menggenggam tanganmu, seraya menyebutkan namaku, Kirana. Hey, jabatan tanganmu sungguh erat, tegas, dan aku merasa seperti aku terlindungi🙂 Beberapa lama setelah hari itu, kita mulai berjalan sejajar, tidak dituntun, maupun menuntun, namun beriringan.

Aku masih ingat saat kita berjalan bersama, berpayungan berdua di kala hujan, atau bahkan ketika kita memang ingin menikmati diri kita basah dibawah rinai hujan. Terkadang, aku meminta kita berhenti sejenak, agar aku bisa memejamkan mata, melebarkan tangan, dan menengadahkan kepalaku ke langit dan aku bisa merasakan rintik-rintik air hujan yang jatuh ke wajahku. Entah kamu melakukan hal yang sama denganku, atau kamu hanya menatapku sampai aku membuka mataku kembali, karena ketika itu, aku hanya melihatmu tersenyum, lalu kamu menggenggam tanganku, mengisyaratkan agar kita kembali meneruskan perjalanan.

Aku masih ingat ketika aku harus menunggu kamu main bola sama teman-teman kamu padahal saat itu hujan deras dan kamu menikmatinya. Aku suka melihat rambutmu yang basah, tidak beraturan apalagi ketika kamu mengusap-usap rambutmu dengan handuk. Aku suka mencium wangi tubuhmu ketika kamu selesai berganti pakaian. You look so fresh!

Aku masih ingat ketika kamu meminjamkan jaketmu untukku, karena saat itu aku lupa bawa payung. Kamu rela berbasah-basahan dan kamu memintaku menggunakan jaketmu untuk menutupi kepalaku dari rintik hujan.

Sekarang, aku hanya bisa mengingat semua kenangan yang pernah kita lalui dan sekarang, kita tidak bisa berjalan beriringan, berpayungan bersama, berpegangan tangan, diam sambil menikmati rintik hujan, hingga tidak ada lagi kita, yang ada hanya aku dan kamu. Aku pun masih ingat bagaimana aku dan kamu harus berjalan saling menjauh, saling memunggung dibawah hujan.

Saat ini, hujan mengingatkan aku kembali denganmu, dengan cerita kita.
Aku mengingat semua. Tentang aku, kamu dan hujan.

“Apa yang kau tangkap dari suara hujan
Dari daun-daun bougenville yang teratur mengetuk jendela.
Apakah yang kau tangkap dari bau tanah
Dari ricik air yang turun di selokan”
– Sapardi Djoko Damono

foto dari : Corbis Images

diikutsertakan ke : blog ceritaeka

8 thoughts on “Tentang aku, kamu dan hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s