Kamu yang sederhana

Kamu tiba-tiba meneleponku, dan berkata bahwa kamu akan mengajakku ke suatu tempat. Lalu aku hanya diminta untuk bersiap-siap dan mengenakan baju casual saja seperti biasa.

Berbicara denganmu tidak ada pembicaraan yang mewah, semua tentangmu selalu tentang kesederhanaan. Tidak pernah ada candle light dinner, tidak pernah ada permintaan untuk mengenakan gaun saat pesta pernikahan temannya. Tidak, kemewahan itu bukan tentangmu.

Bersamamu, aku seperti tidak pernah ada paksaan harus berpakaian feminine, dandan ala wanita-wanita model, memakai sepatu high heels. Tentu tidak. Aku selalu memakai celana jeans favoritku dan tentunya sneakers kesayanganku yang selalu saja aku pakai, kamu bilang belel, tapi kamu tidak pernah menyuruh aku membuangnya, biar saja, biar sampai kamu bosan dan merasa memang sepatu itu sudah tidak layak pakai, katanya.

Saat ini aku sudah siap. Tidak butuh waktu lama untuk bersiap-siap, karena aku tidak seperti wanita-wanita yang terlalu lama berdandan, hanya butuh sisiran yang rapi, dan bedak secukupnya, itu saja.

Ting tong.. Sebuah sms masuk..
Aku sudah ada didepan rumah.

Tak perlulah sms itu dibalas. Toh beberapa langkah lagi pun aku sudah ada didepan pintu rumah untuk menemuimu. Tak lupa aku salam pada ayah dan ibuku, berpamitan akan pergi denganmu.

Ayo naik, kita akan pergi ke suatu tempat, sambil tersenyum, memberikan helm dan sempat-sempatnya mengacak-acak rambutku. Padahal kan aku sudah sisiran tadi.

Lalu aku pun ikut dengannya serta motornya itu. Reflek, tanganku melingkari tubuhnya. Bukan, bukan karena aku takut jatuh, tapi mungkin aku menemukan kenyamanan jika aku berpegangan dengannya.

Sampailah aku di sebuah café. Hmm, sayangnya, sepi sekali café ini, aku sungguh heran. Entah belum buka, atau bahkan sudah tutup. Aku pun baru pertama kali kesini. Sambil melihat-lihat pernak-pernik yang ada, aku pun tertarik dengan interior café ini, unik, sedikit bertemakan jaman dulu. Semua hal tentang barang-barang jaman dulu ada disini. Meja mesin jahit yang dijadikan meja makan, kursinya pun, kursi bulat dari kayu biasa. Banyak poster-poster iklan ataupun popart artis-artis jaman dulu. Argh, sungguh nyamannya berada ditempat seperti ini. Memang aku tidak mengalami jaman dimana semua barang, poster, dan pernak-pernik ini pertama kali muncul dan menjadi tren, tapi aku suka dengan hal yang berbau oldies.

Tiba-tiba kamu menarik tanganku.

“Hei, ko disini sepi sekali sih?”, tanyaku

“Sudahlah, sini, aku sudah siapkan tempat duduk untukmu”, kamu hanya tersenyum, dan mengajak aku untuk menempati tempat duduk yang telah kamu siapkan. Ada lampu cantik diatas tempat duduk itu, aih, aku sukaa.

“Kenapa kamu senyum-senyum gitu? Suka sama lampunya?😀 Sebentar ya, aku punya sesuatu lagi buat kamu”, lalu kamu meninggalkanku begitu saja. Ah, biarin, toh spot ini sungguh membuatku tertarik.

Kamu keluar dengan membawa gitar. Hei, bukankah tadi kamu tidak membawa gitar? Lantas apa yang hendak kamu lakukan?

Tiba-tiba,,

Aku duduk disini, menatap indah matamu
Tak dapat ku hapuskan bayangmu dari pikiranku
Kamu yang sederhana, wahai manisku
Kamu tau, kamu selalu mengisi hatiku

Aku duduk disini, menatap indah senyumanmu
Janganlah kamu ragu untuk bersamaku
Kamu yang sederhana, kamu milikku
Kamu pun tau, aku akan selalu ada untukmu

It’s sooo lovable.. You’re gonna melt my heart🙂

Dia memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu ciptaannya untukku.
Ya, didepanku. Aku sungguh menyukai suaranya yang indah, dan dentingan gitarnya sungguh dapat merasuki jiwaku.

Dan kamu pun berbicara sambil masih memetik gitar, Happy birthday dear🙂

Lalu berhamburanlah orang-orang yang entah darimana datangnya bertepuk tangan, dan ternyata mereka semua adalah teman-temanku yang memang sengaja diundang untuk datang dan memenuhi café ini.

What a beautiful surprise, dan, sebuah kecupan untukmu, thanks a lot dear. Love you🙂

7 thoughts on “Kamu yang sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s