Hentikan!!

Kemarin, hari Senin, baru saja saya baca berita yang menyatakan bahwa 70% kekerasan pada anak ternyata dilakukan oleh ibu. Entah itu ibu kandung, ibu tiri, guru perempuan, tante, atau saudara lainnya.

Dan sempat pula membaca berita tentang Ibu melakukan kekerasan pada anak. Namun diartikel tersebut seorang anak mengalami trauma tidak hanya pada ibunya, melainkan pada ayahnya juga, yang terlihat baik didepan masyarakat, namun sungguh kejam ketika di rumah. Entah apa yang menimbulkan perbedaan drastis itu.

Lalu tadi siang, saya menonton berita di sebuah stasiun televisi, yang memberitakan bahwa ada seorang anak laki-laki, bernama Oje, anak pertama dari dua bersaudara, masih duduk di bangku kelas 2 SD yang kerap disiksa oleh ayah kandungnya sendiri. Ibu Oje tidak dapat berbuat apa-apa ketika melihat anaknya sering disiksa oleh ayahnya, alasannya, takut ayahnya semakin marah, dan ibunya merasa bahwa dirinya bergantung penuh atas nafkah suaminya. Ibu Oje tidak bekerja, hanya mengurus kedua anaknya dirumah.

Oje sering disiksa dengan disundut rokok, di jedotin kepalanya ke tembok, pokonya banyak luka membekas di sekujur tubuhnya. Hal terakhir yang dilakukan oleh ayahnya adalah, menyiram Oje dengan air panas. Alasannya? Hanya karena Oje enggan mematikan kompor di dapur. Sang ayah langsung mengambil air didalam panci yang masih mendidih, lalu menyiram punggung Oje, tidak hanya itu, Oje pun dibawa kekamar mandi dan di benamkan kepalanya berkali-kali. Tentu saja semua tidak hanya membekas di sekujur tubuhnya Oje, namun hal tersebut menimbulkan trauma. Bahkan Oje pun kerap mengeluarkan kata-kata kasar ketika terjadi kesalah pahaman antara dia dan adiknya yang masih kecil, semua yang melihat tingkah Oje sungguh terperanjat dengan sikap itu.
Kini ayah Oje sedang menjadi buronan. Ibu Oje pada akhirnya telah melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib. Keluarga itu sangat ketakutan jika sewaktu-waktu ayahnya akan tiba-tiba muncul dan melakukan hal yang tidak diinginkan, karena ibu Oje sempat bilang bahwa dulu suaminya sempat marah-marah dan bilang kalo dia akan membunuh anaknya, entah itu karena amarah yang sudah memuncak atau memang benar-benar ada niatan seperti itu.

Keluarga itu bahkan sempat menginap di masjid, karena mereka takut pulang kerumah. Tentu saja hal itu menimbulkan dampak psikis yang luar biasa, entah itu pada Oje ataupun pada anggota keluarga yang lainnya. Oje sempat dibawa ke psikiater untuk diperiksa, ternyata memang Oje memiliki rasa ketakutan yang luar biasa, dan dibutuhkan beberapa terapi untuk sedikit demi sedikit dapat memulihkan mentalnya. Juga ibu Oje diperiksa agar dia dapat meluapkan semua keluh kesahnya dan jika ada kemungkinan stress menghadapi suaminya yang menyiksa anaknya sendiri.

Menurut saya, penyiksaan yang terjadi dalam rumah tangga, tidak bisa di patok bahwa ibu atau ayah yang lebih sering menyiksa atau kerap memarahi anaknya dengan cara yang berlebihan. Walaupun faktor ekonomi biasanya selalu menjadi alasan ketika ditanya mengapa mudah marah, tetapi pasti ada alasan lain yang sebenarnya lebih mendominasi daripada itu. Kekerasan dalam rumah tangga bukanlah penyelesaian ataupun pantas disebut sebagai luapan emosi yang sudah memuncak, pasti ada cara lain yang lebih baik daripada menyiksa anggota keluarga. Walaupun saya mungkin sebenarnya tidak boleh terlalu yakin untuk berbicara itu karena saya sendiri tidak mengalami, apa yang dialami oleh mereka yang pernah punya pengalaman serupa.

Dalam keadaan tertekan, wanita berbicara tanpa berfikir dan pria bertindak tanpa berfikir – Allan + Barbara Pease di buku Why Men Can Only Do One Thing At A Time and Women Never Stop Talking

Semoga saja para orangtua diluar sana dapat bersikap sebagaimana layaknya orangtua yang sungguh-sungguh menjadi panutan suami/istri serta anak-anaknya. Komunikasi, pikiran yang jernih, usaha dan sering berdoa pun mudah-mudahan dapat membantu penyelesaian masalah yang lebih baik daripada meluapkan emosi dengan siksaan.

Dinamika intrapsikis adalah suatu kondisi psikologis dalam (depth psychology) yang bergejolak dalam diri seseorang. Kondisi itu dan menjadi sumber penyebab munculnya perilaku yang tidak diinginkan orang itu sendiri. Apakah gerangan yang menyebabkan ibu kandung sekejam itu, sementara suaminya adalah seorang suami yang mencintainya, baik, dan sabar? ataupun keadaan yang sebaliknya. Masalahnya, dinamika intrapsikis ini tidak disadari oleh yang bersangkutan dan berawal, antara lain, dari pola asuh masa lalunya. – kesehatan.kompas.com

Stop Violence Against Children – JP Millenix

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s