Matsuri. Jak-Japan Festival.

Photograph taken by [H]
Hari minggu tanggal 3 Oktober, saya datang ke acara Jak-Japan Matsuri yang diselenggarakan di Monas. Setelah melihat jadwal, tertera bahwa acara akan dimulai dari pukul 12 pm sampai pukul 9.30 pm, dan akan ditutup dengan acara kembang api. Hmm, sungguh menggoda sekali perhelatan matsuri itu. Akhirnya hari minggu itu, saya benar-benar datang bersama kedua teman saya. Berangkat dari Bogor jam 10.30 pm, tentunya dengan menggunakan kereta Pakuan Express, karena akan berhenti di stasiun Gambir.

Sekitar pukul 11.30, kereta pun berhenti di Gambir, dan setelah keluar dari gerbong kereta, kita langsung melihat cuaca yang sebenarnya kurang bersahabat. Awan gelap disertai angin kencang, dan hujan tentunya, membuat kita sempat ragu bahwa matsuri akan berjalan lancer. Tapi toh kita sudah sampe ke Gambir, dan tinggal jalan sedikit lagi sudah sampai ke Monas. Setelah dari mushola, kita pun melanjutkan perjalanan ke arah Monas. Payung adalah satu hal yang wajib dibawa, apalagi untuk warga Bogor yang terbiasa dengan hujan🙂 Jadi kita ga perlu hujan-hujanan untuk jalan kaki ke Monas.


Matsuri, artinya Festival dalam bahasa Jepang. Jujur, saya mulai menyukai Jepang dari film serta doramanya, tapi mungkin belum bisa dibilang Japan Lovers karena saya mulai menyukai Jepang itu sejak ada film Death Note. Err, belum terlalu banyak referensi yang saya ketahui ;p Saya punya Death Note 1,2, dan L : Change The World, sekaligus dengan Death Note Animenya, bahkan saya punya gantungan kunci Ryuk segala🙂 Selain itu, saya juga suka film Prince of Tennis, beberapa buku dengan setting Jepang atau lebih tepatnya Tokyo, dan yang paling baru saya sukai itu adalah Dorama Nodame Cantabile mulai episode 1-23, Special Edition 1 dan 2, dan Nodame Finale, sekaligus dengan Nodame Cantabile Animenya🙂 Ah, okay, finish about that😀

Hari itu pertama kalinya saya datang ke matsuri. Masuk ke area matsuri sudah membuat mata saya berbinar-binar. Ada banyak cosplay-cosplay, stand-stand yang menjual makanan, mainan, atau apasajalah info-info tentang Jepang. Walaupun hujan cukup deras dan rumput mulai tenggelam dengan air, tetap tidak menyurutkan saya untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Sungguh pemandangan dan suasana yang benar-benar membuat saya berbinar. Saya sungguh suka matsuri. Saya suka matsuri sejak saya menginjakkan kaki di area matsuri. Perjalanan saya dan teman-teman pun diawali dengan melihat-lihat beberapa stand yang ada. Harusnya ketika kita sampai, acara pembukaan sudah dimulai, tapi berhubung cuaca kurang mendukung, jadi agak tertunda.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Genderang Jepang Oedo Sukeroku Taiko Jakarta pun perform. Sumprit!! keren abis! Genderang Taiko itu berganti-ganti tim, ada yang berbaju merah, ungu, kuning, dan lainnya, dan saya suka banget ketika Taiko yang berbaju kuning, karena satu genderang tidak hanya dimainkan oleh satu orang saja, melainkan ketika genderang ditabuh, pemukul genderang itu bergantian dan berputar untuk menabuh genderang yang lainnya. Seperti memainkan genderang serta menari-nari diatas panggung. Sugooooiii!!! Saya benar-benar terkesima dengan permainan mereka. Jakarta pun memperkenalkan beberapa tariannya, bahkan Abang None Jakarta pun tampil dengan bermain gamelan disertai dengan mixer dan nyanyian. keren!

Saya sempat mencoba Takoyaki, Octopus Ball. Sejenis makanan bulat-bulat dan didalamnya ada cumi, empuk, panas, gurih, enaklah pokonya😀 Oisssshhhiiiiii!!🙂 tidak lupa saya pun sempat mencoba Mie Ramen, icip-icip sedikit sih dari temen, tapi setidaknya mencoba ;p

Beberapa cosplay yang terlihat di matsuri ini antara lain, Kaito Kid, Cardcaptor Sakura, Bleach, Echo, Pandora Hearts, dan masih banyak lagi yang saya belum tau mereka itu tokoh anime apa😀

Lelah berjalan dibawah rintik hujan yang cukup deras, dan tanah yang becek dan nyaris banjir, belum cukup untuk melunturkan semangat saya. Beberapa tarian dari Jepang pun kembali ditampilkan, saya tidak begitu mengetahui namanya sih, tapi dari jadwal yang diberikan, ada Tarian Yosakoi Soran, Tarian Kochi Yosakoi, Tarian Matsuri NONNOKO, serta Tarian Okinawa Eisa. Semua tarian itu membuat saya harus menerobos penonton supaya dapat melihat perform mereka dari depan, padahal harus menenggelamkan kaki sedikit di tanah yang banjir, tapi perform mereka yang keren banget bisa membuat saya lupa sejenak dengan gatal-gatal di kaki😀

Sayangnya saya tidak bisa melanjutkan ke acara selanjutnya seperti arak-arakan Mikoshi, dan Japan Jazz Band dan tentunya acara yang paling ditunggu-tunggu yakni Tarian Bon Odori serta acara kembang api pun harus terpaksa saya lewatkan. Sekitar pukul 5.30pm kita mulai bersiap-siap untuk pulang, dan sejenak foto-foto depan Monas dulu, karena kita akan mengejar kereta pukul 6.30 pm di Gambir. Mungkin jika kita semua tinggal di Jakarta, pasti kita akan menunggu sampai acara benar-benar selesai.

Tapi overall, I love Matsuri!! Sugoooiii!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s