Tersesat

Aku terdampar di tepi pantai. Merebahkan tubuhku yang lunglai. Lelah.

Ya, aku lelah mencarimu.

Sore ini langit begitu indah, semburat jingga yang memukau, deburan ombak yang menenangkan, memejamkan mata sambil telentang beralaskan pasir pantai yang hangat harusnya pun dapat membuat hatiku damai, tapi suasana kali ini belum dapat membuat pikiranku berhenti memikirkanmu.

Aku kini duduk, mencoba meraih pasir pantai yang hangat. Berusaha menggenggamnya, namun ketika aku mencoba untuk menggenggamnya dengan erat, justru pasir itu akan jatuh sedikit demi sedikit, sampai tersisa hanya sedikit pasir saja di tanganku. Lalu aku mencoba untuk mengambil pasir lagi. Kali ini aku tidak akan menggenggamnya terlalu erat, nyatanya, tanganku mampu menjaga pasir itu tetap ada di tanganku.

Kemudian aku berpikir, apakah selama ini aku terlalu giat mencarimu?

Mencarimu hingga aku lelah. Mengejarmu hingga kau hilang dari pandanganku.

Nyatanya aku mencari orang yang memang tidak ingin dicari.

Aku tersesat menuju hatimu

Beri aku jalan yang indah

Izinkanku lepas penatku

Tuk sejenak lelap di bahumu

Tentang Rasa – Astrid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s