Terdampar di Kedai Kopi

Setelah sekian lama, aku kembali terdampar di Kedai Kopi.

Entah kapan terakhir kali aku mampir kesini, err, berbulan-bulan yang lalu sepertinya. Ada sebuah keinginan kuat yang membawaku kembali ke Kedai Kopi. Seperti biasa, aku memilih meja yang dekat dengan jendela, atau meja yang dapat melihat orang-orang diluar sana lalu lalang.

Sebuah rasa yang nyaman, rasa yang menyenangkan untukku kembali mengunjungi tempat ini. Aku sangat suka suasananya. Dengan yakinnya, aku memesan Hot Hazelnut Coffee. Aku suka berada disini, tidak terlalu ramai, musiknya pelan mengalun lembut. Aku memandangi masing-masing meja, ada sepasang kekasih yang sedang berbicara serius, nampaknya sedang mendiskusikan sesuatu. Ada pula pasangan yang sedari tadi bercanda, tertawa sambil sesekali sang pria memandang dengan tatapan yang penuh arti dan menggenggam tangan sang wanita. Ada juga seorang pria di ujung sana yang sepertinya sibuk dengan gadgetnya, entah sedang mempersiapkan apa. Adalagi seorang wanita paruh baya, sendiri, sibuk menulis di notesnya, sambil sesekali melihat keluar dan bertopang dagu, entah apa yang sedang ditulisnya. Dan aku sendiri, duduk di meja ini, memandangi semua pengunjung, sambil menunggu Hot Hazelnut Coffee-ku datang.

Ouch, lagu You dari Ten to Five mulai mengalun.

Aku suka sekali permainan gitar di lagu ini. Mengingatkan pada sesuatu? Err, mungkin. Reflek kukeluarkan netbook hijau kesayanganku, setelah booting selesai, menunggu beberapa menit, lalu aku buka aplikasi Ms. Word, dan mulai mengetik-ngetik sesuatu. Tak lama kemudian pesananku datang. Hmm, harumnya hazelnut coffee ini selalu membuatku sangat tergoda. Kuseruput pelan-pelan untuk menikmati panasnya dan rasanya yang unik. Ahh, indahnya. I love this place.

Tulisanku baru masuk paragraf kedua. Bukan cerita cinta, bukan cerita sedih, hanya sebuah cerita sederhana tentang apa-apa saja yang terasa dan terlintas. Kuseruput lagi hazelnut coffee-ku perlahan, sambil sesekali melihat tingkah pasangan-pasangan muda yang berada tepat sekali di arah jam 12 dan jam 2.

You dari Ten to Five lambat laun menghilang perlahan.

Dan.. eh.. alunan gitar ini..
Aku sempat membeku sesaat. Lagu lama bangett, lagu favoritku. Membawaku pada sebuah ingatan. Aku membuka browser, lalu mulai mengetikkan keyword “lirik¬†Bimbang Melly Goeslaw” lalu Enter. Setelah menemukan liriknya, kuresapi kata demi kata, dan alunan musiknya yang sangat nikmat bila dinikmati dengan memejamkan mata sesaat.

pejamkan mata bila
ku ingin bernafas lega
dalam anganku aku berada
di satu persimpangan jalan yang sulit ku pilih
ku peluk semua indah hidupku
hikmah yang kurasa sangat tulus
ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa
namun ada yang hilang separuh diriku

Hmm, kembali kunikmati hazelnut coffee-ku, sambil meneruskan tulisanku yang tadi sempat tertunda. Bukan cerita cinta, bukan cerita sedih, hanya sebuah cerita sederhana tentang apa-apa saja yang terasa dan terlintas. Dan itu tentang … kamu.

http://www.4shared.com/embed/61199649/939b7f0a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s