Sebentuk Rasa


Ada kalanya kita tidak bisa mengontrol sebuah rasa, satu sisi ingin membuang jauh-jauh rasa itu, sisi lainnya, ada keinginan kuat untuk tetap menjaga rasa itu tetap ada di hati. Tanya kenapa? Sayangnya tidak pernah ada kejelasan jawaban tentang itu.

– – –

Jo berniat ingin pergi dari ingar bingar kota. Jo butuh sebuah tempat sepi dan tenang, entah untuk apa, mungkin hanya ingin menenangkan diri saja. Lantas Jo menyiapkan gadget hijau 11 inch nya, dengan mengenakan kaos hitamnya, Jo melesat dengan motornya ke dataran tinggi kota ini.

Setelah sampai pada sebuah café, Jo lalu memilih sebuah tempat yang dapat dengan leluasa melihat ke arah luar, walaupun sangat terang sekali hari ini, Jo tetap merasakan dinginnya udara di dataran tinggi. Jo mengeluarkan gadget hijaunya, seraya mengambil list menu.

Hmm, I think it’s better for me to choose this Dazzle Hazelnut Chocolate, and Chicken Cheesy Sandwich.


Jo memanggil pelayan, lalu menjelaskan pesanannya dan tak lupa Jo meminta satu gelas air putih untuk menetralkan rasa. Café ini terlihat tidak terlalu banyak pengunjung, tetapi Jo melihat masing-masing meja sepertinya satu tujuan dengan Jo, menenangkan diri. Mereka sibuk dengan gadget masing-masing, adapula yang hanya membaca buku sambil menikmati minuman panasnya, walaupun sepertinya di tempat seperti ini, minuman panas akan cepat dingin.

Gadget hijau sudah menyala, wifi diaktifkan. dan café melantunkan beberapa lagu yang mendayu-dayu.

Tiba-tiba ada offline message,

Ah, Ra. Ngapain ni anak nyariin gue? Hmm, gue emang sengaja sih gak nyalain handphone sama sekali. YM juga invis. Tapi gue rasa gue harus ngasih tau Ra, gue ada dimana. Kalo gak tu anak nanti ngira gue ilang, tar die lapor orang rumah, ah gawat!

Jo mengetikkan beberapa kata untuk Ra, menjelaskan bahwa dia ada di suatu tempat untuk sekedar jauh dari ingar bingar kota dan melepaskan sedikit demi sedikit sebuah rasa sesak yang ada di hati ini. Melupakan? Sangat tidak mungkin. Hanya butuh waktu yang tenang untuk memilah milah mana-mana saja yang memang sebenarnya masih bisa diselesaikan. Untungnya Ra mengerti keinginan Jo, dan Ra membiarkan sahabatnya tenang di tempat persembunyiannya, asal Jo janji untuk mengirimkan short message setelah Jo selesai. Jo menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum, Ra memang khawatiran.

Lantas Jo membuka aplikasi Ms. Word, dan mulai menulis apa-apa saja yang ingin Jo tulis. Agar semuanya tidak terlalu sesak di hati dan di pikiran. Suara sang pelayan membuyarkan lamunan Jo. Pesanannya sudah datang. Jo tersenyum seraya mengucapkan terimakasih. Lalu Jo menyesap minumannya perlahan. Hhhh, seketika ingatan tentangnya melesak keluar. Satu hal yang membuat Jo ingin pergi ke tempat jauh seperti ini hanyalah sebuah rasa dan pikiran tentang dia. Selalu tentang dia.

Jo memasang earphone kecil ke gadget hijaunya, Jo ingin mendengarkan sebuah lagu yang sangat merepresentasikan apa yang Jo rasakan. Hanya satu lagu dalam satu playlist, dan didengarkan berulang-ulang.

Sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa
Membenci dirimu, sesungguhnya aku tak mampu
Sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa

Jo melamun.

Gue gak nyangka rasa gue ke dia sebegini dalemnya. Gue sayang sama dia, sekaligus gue benci. Tapi kali lainnya gue gak bisa sama sekali benci sama dia. Gue gak bisa.Nyatanya emang gue gak bisa benci orang yang gue sayang, dan menyedihkannya gue gak bisa benci sama orang yang gak bisa gue perjuangkan sama sekali.

Satu hal yang bikin Jo ke tempat ini sendirian tanpa Ra, karena Jo emang lagi ngga pengen ngobrol sama Ra, dan Jo gak mau kalau saja tiba-tiba Jo menguraikan air mata. Jo menyesap kembali Dazzle Hazelnut Chocolatenya, tak lupa menyantap Chicken Cheesy Sandwichnya yang agak dingin. Efek berada di dataran tinggi sepertinya.

Sigh!

Setengah hati mencinta, ku sakit karenamu

Gue benci punya rasa kaya gini. Rasanya ngga enak, bertumpu pada orang yang sama setiap harinya. Rasanya ngga enak saat gue bangun setiap paginya dan tidur di setiap malamnya, setelah gue baca doa, semua ingatan tentang dia muncul. Gue tau, ngga ada yang bisa bantu gue, kecuali diri gue sendiri.

Tanpa terasa, Jo meneteskan air mata, hanya untuk seseorang diluar sana yang mungkin tidak tau apa yang Jo lakukan hari ini, bahkan mungkin tidak peduli sama sekali terhadap Jo. Dia tidak tau, dan tidak akan pernah tau. Karena Jo sama sekali tidak berniat membahas hal ini kepadanya. Semua percuma, tidak ada hal yang dapat diperjuangkan, tidak ada hati yang sanggup untuk tetap dipertahankan. Jo hanya heran dengan apa-apa saja yang masih terasa bertahun-tahun belakangan ini. Jo merasa seperti terpaku pada hal yang sama selama bertahun-tahun. Entahlah, Jo pun merasa dia terlalu setia pada satu rasa yang selalu dia jaga. Jo memang hanya bisa menyimpan satu rasa dalam satu hati, ketika nantinya ada rasa yang lain, dengan berat hati Jo harus melepaskan rasa itu.

Sungguh aku tak bisa membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu
Sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa
Memisahkan segala cinta dan benci

Jo masih terus menulis.

Gue cuma pengen mencintai dan dicintai dengan tenang, tanpa ragu, tanpa lelah, tanpa repot dan dengan rasa aman dan nyaman. Itu aja. Gue lelah dengan apa yang gue rasa sendiri. Tapi di sisi lainnya gue menikmati rasa itu. Pathetic! Ini bukan tentang dia, tapi tentang segala rasa yang gue punya, dan tentang segala rasa yang masih gue punya buat dia. Gue gak pengen dia tau, karena memang sebaiknya dia gak perlu tau.

Inspired by : Cinta dan Benci – Geisha.

7 thoughts on “Sebentuk Rasa

    • thanks Ayii..
      nanti ini masuk ke buku yang di selfpublishing ama nulisbuku. projectnya orang, gw ikutan nyumbang satu atau dua cerpen ajaaa😀

  1. Pingback: To Make You Feel My Love | SimplyGonzi @Ngerumpi.com
  2. Pingback: To Make You Feel My Love | Bisikan Senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s