Hanyalah tentang kenangan

They show you a place in your head where you remember why we were never meant to be alone. And you try and act surprised. – The Bricks Made of Memories (I Wrote This For You)

8.15pm

“hey, gimana kabarnya? :D”

Sejenak kuperhatikan nomor si pengirim. Rasanya pernah mengenalnya. Ah ya, si pria masa lalu. When was the last time we keep in touch? Setaun, dua taun? Sungguh aku lupa. Sengaja aku tidak pernah menyimpan nomornya di list contacts ponselku, alasannya? Males. Tapi tetep aja kan ngeh kalo itu nomornya. *duh*

Dan tetep aja smsnya aku bales,

8.29pm

“Bae. Gak lagi sakit. lu gimana kabar?”

8.45pm

“Sama. Masih suka liat alam? Atau punya spot baru?”

9.01pm

“Udah jarang jalan-jalan ke alam, spot baru belum ada lagi euy. Lu ada spot baru yang asik?”

9.14pm

“Mmm, udah pernah ke daerah megamendung? Tapi yang ke dalemnya lagi. Keren. Apalagi kalo malem”


Ah ya, satu hal yang mungkin dulu membuat aku nyaman bersamanya adalah suasana alam. Dia beberapa kali mencoba menelusuri tempat baru yang belum pernah kita kunjungi, kita juga kadang hanya iseng pergi ke puncak hanya untuk melihat mereka yang hendak bermain paralayang. Kita duduk sambil ngobrol-ngobrol, makan kebab sambil sesekali meniup-niupkan telapak tangan karena kedinginan. Satu lagi, aku selalu inget parfumnya, Dafidoff Echo for Men🙂

Ini hanyalah tentang kenangan, soal aku yang sedang mengenang hari yang pernah aku lalui bersamanya, bukan soal aku yang sedang merindukannya. Sama sekali tidak. Ini hanyalah tentang kenangan yang malam ini tiba-tiba datang begitu saja seiring pesan singkat tak terduga yang mendadak hadir lalu selesai begitu saja setelah tegur sapa pun usai.

Terkadang mungkin memang perlu sesekali bertegur sapa dengan sesiapapun yang pernah ada di masa lalu. Sesekali saja, tidak perlu berkali-kali apalagi sampai setiap hari. Karena yang dibutuhkan hanyalah refresh, bukan ingin melanjutkan sesuatu yang memang tidak perlu atau tidak ada baiknya untuk dilanjutkan.

4 thoughts on “Hanyalah tentang kenangan

  1. ya sesekali saja, tak lebih, itu lebih baik
    karena hidup itu adalah sekarang, bukan kemarin, bukan pula untuk sering menengok ke belakang
    mari menikmati hidup yg cerah ini

  2. “Terkadang mungkin memang perlu sesekali bertegur sapa dengan sesiapapun yang pernah ada di masa lalu” —> setuju banget Dear. Itung-itung silaturahmi kan ya😀. Tapi ya cukup tahu batas sampai dimana kita berdiri dan akan melangkah..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s