Curhat Setan


Kejadian ini udah lama sekali, sekitar satu tahun yang lalu, waktu aku baca buku, duduk menunggu motor yang sedang diservis, ada dua anak kecil yang duduk di sebelahku, tepatnya di sebelah kananku. Aku membaca, dan terus membaca. Sementara dua anak kecil itu terus berceloteh khas anak kecil, sampai pada sebuah kejadian…

Seorang anak kecil perempuan sepertinya agak tertarik dengan buku yang aku baca. Dia dengan agak susah berusaha membaca buku yang kupegang. Aku diam saja. Namun semua terlihat dari ujung ekor mataku. Dia mengejanya, “Curhat Setan”, lalu seraya dia memberitahukan pada anak kecil yang lainnya sambil berbisik, “Eh liat deh, buku tentang setan”, dengan wajah serius dia menceritakan apa yang dia baca dari sampul belakang buku itu. Iya, dia membaca sinopsisnya. Membaca dengan berbisik.


“INIKAH DUNIA ANTARA? Sesuatu di luar hitam-putih realitas, sesuatu di antara jangkauan dua pilihan. Sebuah tempat yang tak pernah dijanjikan dalam kitab suci mana pun, sebuah dunia tanpa pahala dan dosa, tanpa benar dan salah, tanpa nilai-nilai, tanpa nama-nama. Begitu saja kutahu dan kuyakini: mungkin semacam alternatif ketiga selain positif dan negatif, benar dan salah, baik dan buruk, harus dan jangan, panas dan dingin, ya dan tidak, dan semua pilihan-pilihan lainnya. “

Lalu mendadak dia diam sebentar, aku agak heran melihat dia sedikit tercekat, lalu dia melanjutkan membaca.

“ ’Perkenalkan, namaku Setan!’ katanya sambil tersenyum. Ramah.”

Aku sungguh ingin tertawa rasanya, tapi kutahan. Aku tetap meneruskan membaca walau sudah agak tidak fokus, karena sambil melihat pada ujung ekor mataku. Anak kecil perempuan itu pun menunjukkan apa yang dia baca pada anak kecil lainnya.

“Tuh liat tulisannya, curhat setan, ih serem ya”, sambil menatap aneh dan bergidik melihatku karena betapa seriusnya aku membaca buku itu.

Aku benar-benar ingin tertawa, tapi kutahan.😀

Bagi beberapa orang yang melihat judul buku ini, Curhat Setan, mungkin bertanya-tanya, kenapa setan curhat aja sampai di buku kan. Dan temanya semakin horor saja dengan buku berwarna putih dan merah menyala. Curhat setan, dengan tagline, ‘Karena berdosa membuatmu selalu bertanya’ benar-benar menarik minatku setelah membaca buku sebelumnya, A Cat in My Eyes, dengan tagline ‘Karena bertanya tidak membuatmu berdosa’. Curhat Setan menurutku adalah buku yang memberikan gambaran bagaimana kita sebagai manusia jika sedang berperan pada sisi ‘setan’ dan berusaha terus berpikir, mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk dan lainnya. Kita diantarkan pada Dunia Antara, ketika semuanya harus kita yang memikirkan segalanya dan memberikan keputusan.

Sebuah buku yang lebih menceritakan tentang cinta, harapan, kenangan, kepergian, kebohongan, dan lain sebagainya daripada tentang Setan itu sendiri. Di buku Fahd Djibran selanjutnyalah yang lebih menekankan pada cerita tentang Setan itu sendiri. Nantikan kisahnya🙂

6 thoughts on “Curhat Setan

  1. kalo bisa bikin postingan yang nunjukin soal ini ya:
    {Sebuah buku yang lebih menceritakan tentang cinta, harapan, kenangan, kepergian, kebohongan, dan lain sebagainya daripada tentang Setan itu sendiri.}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s