Meretas Senja

Mungkin aku pernah menggenggammu erat, seperti pasir yang semakin digenggam, justru semakin terlepas dari tanganku. Mungkin kau merasa gerah dengan segala perhatian dan kepedulianku, hingga kau semerta-merta berucap, ‘Tak adalah bedanya kau dengan dia, posesif!’. Tahukah kamu, kalimat itu akan selalu kuingat. Bukan untuk membalasmu suatu saat nanti. Tapi aku menjadi yakin, bahwa aku memang menggenggammu terlalu erat.

Aku ulur benang layangan yang kini kupegang. Layang-layangku melayang tinggi, terus membumbung. Tanpa sadar, aku melamun, dan benang layangan ini terus terulur, terus dan terus. Hingga aku sadar, gulungannya sudah habis, lalu benang layangan itu seketika lepas dari genggamanku. Layang-layangku semakin jauh terbawa angin. Lalu layang-layangku terus terbawa kemana angin berhembus. Aku telat menyadari bahwa aku telah mengulurnya terlalu lama. Kuratapi layang-layangku, hingga hilang dari pandangan. Kini layang-layangku hilang sudah.

Aku menaiki bukit. Lalu berhenti ketika aku dapat melihat warna jingga di ufuk barat. Duduk dengan lutut menempel ke dada. Kudekap lututku. Kuratapi hal-hal yang telah terjadi padaku. Pasirku habis karena aku terlalu erat menggenggamnya. Layang-layangku hilang dari pandangan karena terus saja ku ulur sampai benangnya lepas dari genggamanku.

Wahai senja, bagaimana aku harus mempertahankan sesuatu yang sangat ingin kumiliki agar dia tak terurai dan melayang jauh?

Wahai senja, kini aku tak ingin ceroboh, aku tidak ingin menggenggam pasir terlalu erat, dan tak ingin mengulur layang-layang terlalu lama. Karena, wahai senja, kini aku telah memiliki sebuah hati yang tak ingin terurai lepas dan terulur jauh. Aku tidak ingin ceroboh untuk ketiga kalinya.

Wahai senja, walaupun aku telah memiliki pasir dan layang-layang yang baru, kini aku ingin merawatnya dengan hati yang takkan kulepaskan dan kuulur lagi. Sebuah hati ini dapat membuatku bergetar ketika ingin menemuinya, dan lalu bersama-sama meretas senja berwarna jingga di ufuk barat. Dan lalu, membicarakan sebuah kata bermakna yang bernama, ‘Kita’🙂

2 thoughts on “Meretas Senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s