Matsuri: Jak-Japan Festival 2011

Gerbang Matsuri

Gerbang Matsuri

Haik! Jak-Japan Matsuri hadir lagi di tahun ini dengan rentang antara 18 September sampai dengan 25 September 2011. Saya hanya hadir di Closing eventnya aja di hari Minggu, tanggal 25 September 2011. Ini Matsuri kedua yang saya datangi, Matsuri sebelumnya di tahun lalu, yang diselenggarakan di Monas juga, disambut dengan hujan lebat sejak awal acara sampai akhir. Mungkin pawang hujannya salah prediksi. Hmm, aaaaanywaaaaayyy, here I am, reporting what I saw at Jak-Japan Matsuri 2011.

Saya berangkat dengan keberangkatan kereta pukul 11.05 a.m. dengan Commuter Line tujuan Gambir. Sesampainya di Gambir, mampir dulu ke musola. Lalu setelah itu mencoba mencari jalan masuk ke Matsuri. Siang itu sungguh terik. Menyengat. Modal pake lotion sebelum berangkat pun ngga berhasil membuat kaki kepanasan karena sengatan matahari. Tiket closingnya seharga dua puluh lima ribu rupiah, naik lima ribu dari tiket closing tahun kemarin. Yay, akhirnya saya dan teman saya berhasil mendapatkan tiket, rundown acara hari itu, dan kipas!! *penting banget*

Pas masuk area Matsuri, harapan saya langsung melihat panggung utama dan menyaksikan Tarian genderang Oedo Dukeroku Taiko, namun ketika melihat rundown acara yang telah diberikan panitia, ternyata saya telatšŸ˜ Tabuh genderang yang sangat memukau itu ternyata ada di list pertama. Dan saya telah melewatkan dua acara pertama. Tidak seperti tahun lalu yang sejak awal diguyur hujan, Matsuri tahun ini tidak ngaret. Tepat waktu. Padahal saya datang dengan timing yang hanya beda 30 menit dengan timing pada tahun lalu. Yah belum rejekinya aja kali ya liat Genderang Oedo Sukoreku TaikošŸ™‚

Yosakoi Soran

Yosakoi Soran

Ngga lama setelah saya memasuki kawasan Matsuri, Tarian Yosakoi Soran pun dimulai. Area untuk tarian lebih luas dan lebih rapi, tidak banjir sehingga harus menenggelamkan kaki hingga mata kaki seperti sebelumnya :p Lalu, setelah itu, muncul penari-penari yang melakukan Tarian Kochi Yosakoi. Menurut sumber Wikipedia, ā€œYosakoi adalah tari dengan ciri khas gerakan tangan dan kaki yang dinamis. Tari ini berkembang sebagai bentuk modern tari musim panas Awa Odori. Sambil menari, di kedua belah tangan, penari pria dan wanita segala umur membunyikanĀ perkusi dariĀ kayu yang disebut naruko. Mulanya,Ā naruko dipakai untuk mengusir burung-burung di sawah, namun sekarang menjadi pelengkap tari. Asal usul kataĀ Yosakoi adalahĀ Yosakoi yang berartiĀ datanglah kau malam ini. Menurut kisah lain, kataĀ Yosakoi berasal dari seruan para pekerja bangunan ketika membangunĀ Istana K?chi di masa pemerintahanĀ Yamauchi Katsutoyo (1596-1615). Mereka menyerukan “Yoisho koi, yoisho koi” agar bersemangat ketika mengangkati bahan bangunan.ā€. Ada satu alat yang menarik untuk saya, yakni Naruko, sebuah perkusi dari kayu asal Jepang. Saya sangat menyukai suara yang dihasilkan oleh Perkusi Jepang itu.

Yosakoi Soran

Yosakoi Soran

Lalu ada Tarian Okinawa Eisa, beberapa orang menari dengan membawa genderang atau drum dengan penari yang memakai kostum berwarna warni. Iramanya rapi, tariannya pun rapi. Nice!! Tak lama kemudian ada Arak-arakan Mikoshi, Dashi, dan Ohayashi. Mikoshi yang berupa sebuah miniature bangunan dengan pilar, atap dan lantai juga railing. Mikoshi diangkat oleh banyak orang yang memanggulnya, lalu di arak ke sekeliling area. Lalu Doraemon and Friends menemani para fans, dan saya memilih untuk mencari makanan dan minuman.

Saya pergi ke stand yang menjual Kakigori, sejenis es serut dengan sirup asal Jepang yang berwarna menarik namun tidak begitu manis. Lalu saya minta dengan topping sirup Strawberry dengan tambahan Kacang Merah. Sepertinya lumayan untuk menghilangkan dahaga ketika terik matahari menyengat begini. Lantas teman saya mengantri di stand yang menjual Okonomiyaki dan Takoyaki. Sejenis pizza dari Jepang dan cemilan adonan bulat-bulat berisi gurita. Kami memilih untuk sedikit meneduh di bawah tanaman dan menyantap semuanya sambil melihat orang-orang lalu lalang dengan pakaian cosplay. Saya agak kurang tau mengenai tokoh-tokoh Jepang yang mereka coba perlihatkan. Lucu aja, banyak prang menggunakan wig warna warni dan dress yang sungguh panjang dan sepertinya berat. Atau ada pula yang sangat niat menggunakan cosplay Kamen Raider. Keren!

Takoyaki

Takoyaki

Okonomiyaki

Okonomiyaki

Kakigori

Kakigori

Makanan sudah selesai disantap. Oishiiiiii!! dan dilanjutkan dengan menyaksikan Galaxy Jazz Big Band.

Galaxy Jazz Big Band

Galaxy Jazz Big Band

Penampilan Jazz dari personil dari Jepang, dan ada juga yang dari Indonesia. Mereka memainkan alat musik seperti saxophone, thrombone, trumpet, drum juga keyboard untuk mengiringi. Lalu ada pula vokalis asal Indonesia yang suaranya keren banget. Sempat menyanyikan lagu Cant Take My Eyes Off Of You, dan saya tidak bisa diam begitu saja tanpa ikut bernyanyi, karena saya hafal lirik lagu tersebutšŸ˜€ Galaxy Jazz Big Band, Sugooooiiii!! Saya melihat penampilan mereka dengan mata berbinar-binar dan untungnya dapat tempat berdiri di paling depan saat itušŸ™‚

Nakamura Japan Dramatic Company

Nakamura Japan Dramatic Company

Setelah penampilan Jazz tadi, saya dan teman saya lantas mundur ke belakang, berusaha mencari tempat yang lebih lega untuk berdiri, eh sungguh tak dinyana, setelah itu ada penampilan dari Nakamura Japan Dramatic Company, sebuah modern dance asal Jepang yang membuat semua orang lantas berlari untuk segera melihat kearah panggung utama. Tim yang beranggotakan lebih dari sepuluh orang tersebut, terdiri dari sekitar 4 lelaki dan selebihnya perempuan dengan menggunakan pakaian senam dengan bawahan pendek, dan perut terlihat rata. *envy* Jerit-jerit teriakan penonton sungguh menambah keriuhan musik dan tarian yang dipertunjukkan oleh mereka. Apalagi ada acara yang sungguh atraktif, mereka mengajarkan beberapa tarian untuk diikuti oleh penonton. Pokonya keren bangettt bangetttt..šŸ™‚

Setelah itu sempat ada acara arak-arakan Mikoshi lagi, lalu ada sambutan dari VIP, termasuk Foke. Saya sudah agak lelah, lalu saya mengajak teman saya pulang. Eh, ternyata di panggung utama pas ada acara gabungan antara musik Betawi dan tarian Okinawa Eisa. Sungguh perpaduan budaya yang menyenangkanšŸ™‚

Monas

Monas

Menatap obelisk terbesar ibukota.

Menatap obelisk terbesar ibukota.

Tak lupa pulangnya foto-foto depan Monas duluuu ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s