Day 2: Checking

Hari ini adalah hari yang ditentukan untuk melakukan sesi Foto dan Wawancara. Persiapannya adalah, jangan lupa untuk membawa berkas asli, semuanya. Untuk pengecekan pada saat wawancara nantinya. Tentunya saya hari ini cuti, demi kemaslahatan bersama, janganlah mbolos-mbolos. Ndak baik *halagh*

Dengan tidak belajar pada pengalaman hari pertama (iya, saya dudul), saya kesiangan hari ini, baru sampai di Kantor Imigrasi sekitar pukul 8.15, dan ketika itu sudah ramai sekali dan saya mendapatkan nomor 75!! What theeee … !! Yasudahlah ya, coba ditunggu saja😐

Saya nunggu.

Nunggu lagi, sambil baca Life Traveler.

Nunggu sampe ujan deres, dan nyelametin helm di parkiran. #penting

Dan yak, saatnya tiba, sekitar pukul 10, nomor 75 menuju loket pembayaran! Saya membayar Rp. 255.000, diberikan tanda terimanya, dan nomor antrian saya pegang kembali. Kenapaaaa? Ya pegang ajaaa, just in case di ruang pemotretan nanti ditanyain nomor :p Then, what next?

Saya nunggu lagi dong! *gubrag!*

Nunggu, nunggu, baca Life Traveler, dengerin curhatan mas-mas yang nomornya kelewat (nomor 50) dan dia gak ke loket pembayaran, dan diminta untuk ngambil nomor lagi sodara-sodara! (nomor 157!) maaf ya mas, saya ndak bisa bantu, cuma ndengerin aja😀

Nunggu lagi.

Jajan.

Nunggu.

Nguap-nguap karena ngantuk.

Dan yak, here I am, nomor 75 dipanggil lagi!

Masuklah saya ke ruang foto dan wawancara, nunggu bentar terus udah giliran foto deh. Setelah itu nunggu giliran wawancara yang mana pewawancaranya itu ada sekitar 4-5 orang, dan ada satu yang ganteng :)) Biarin deh ah pemandangan indah setelah sekian lama nunggu :)) Duh, 5 o’clock shadownya itu loh… :p *lospokus*

Lalu tiba giliran saya di wawancara, (dan bukan sama si mas ganteng itu #penting), saya ditanya mau kemana? Saya bilang satu Negara, tujuannya wisata dan kunjungan keluarga, soalnya disana saya punya keluarga yang bisa ditumpangi dikunjungi. Terus ditanya, kamu kuliah apa kerja? Saya bilang masih kuliah mas. Lalu saya inisiatif nanya ke mas-masnya, “Mas, kalo nama di paspor itu emang biasanya 3 kata ya?”. Masnya bilang, “Kalo kamu ke Negara Arab Saudi kamu butuh 3 kata, kalo Negara lainnya mah gak perlu, nama kamu ini aja cukup kok. Makanya saya tanya kamu mau kemana. Mau ditambahin aja jadi 3 kata? Ada rencana mau umroh/haji mungkin? Soalnya paspornya ya satu ini aja”. Dengan jelasnya saya bilang, “Iya mas, tambahin nama Bapak saya aja, ya mudah-mudahan bisa umroh/haji mas”. Jadilah nama saya ditulis 3 kata, hihi.

Terus dia bilang, tanggal 31 Januari 2012 balik lagi ya, tuker kertas ini dengan paspor kamu, antara jam 1 siang sampe jam 3 sore. Jangan kurang jangan lebih. Nanti udah tutup.

Oke mas, makasiiihhh!!

Finally!

Satu hal dalam hati saya yang membuat saya bertanya-tanya, berkas asli saya tidak ditanya sama sekali, tidak diminta dikeluarkan sama sekali, tidak diperiksa. Masnya percaya berarti sama saya, terharuuu! *halagh*

Sampai kerumah sekitar pukul 12 siang. Nah kan siang banget kan. Mestinya saya punya strategi, jam setengah 8 tanpa mandi ambil nomor aja, terus balik lagi kerumah buat mandi, terus balik lagi. Lha wong Kantor Imigrasinya deket sama rumah. Nah kan saya dudul sangat kan😐

See you on day 3🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s