Danau Tamansari

Pada suatu sore yang terbersit begitu saja. Tak diduga. Tak direncanakan. Berdasar reaksi spontan.

“Tadinya aku minta temenin kamu jalan-jalan. Sempet mikir dataran tinggi sih, tapi kamunya cape dan mendung.”, sebuah pesan singkat. Tersirat sedikit harapan disana, tapi sayangnya si nomor tujuan sedang lelah karena bekerja seharian dan ingin istirahat sejenak.

Sorenya kita bertemu, dan tak kukira, dia memenuhi keinginanku untuk ke dataran tinggi di kota ini. Bukan Puncak, bukan Gadog, atau daerah seputaran dataran tinggi yang cukup kita kenal. Tetapi dia lebih ke arah Selatan Kota. Dimana Gunung Salak berdiri dengan gagahnya dengan sedikit awan menyelimuti puncaknya. Hari sedang mendung, dingin sekali udaranya.


Dia hanya membawaku ke sebuah Danau bernama Danau Tamansari. Suasana dingin, tenang, dan aku bisa melihat Gunung Salak terbentang dengan indahnya dihadapanku, terasa sangat dekat sekali. Suara burung-burung dan kerabatnya sudah terdengar sangat jelas. Damai sekali. Kita duduk di pinggir danau, melihat beberapa orang yang sedang memancing, melihat pemandangan dengan takjub. Sungguh indah.

Malamnya,

“Makasi yaaaa, udah ngajak liat Salak dari Danau Tamansari ^^”, pesan singkat kukirimkan.

“Segitu senengnyakah?”. Ah, let say that I’m so norak ya. Mungkin dia dengan mudahnya melihat Gunung Salak, karena memang rumahnya tak seberapa jauh, berada di Selatan kota ini, dengan cuaca yang dingin, dia sudah biasa.

Lalu aku me-reply, “Iya, seneng. Bahagia itu sederhana. Maklum sajaaa, aku jarang jalan-jalan dan emang pasnya tuh tadi pengen pergi liat alam aja. Yah pokonya yang penting tadi udah jalan-jalan *norak* *biarin*”

“Aku ada spot baru.. Kapan-kapan aja, ntar yah ada waktunya”, he replied.

Spot baru? Can’t hardly wait!! ^^

6 thoughts on “Danau Tamansari

    • ealaaahhh, dikira aku abis piknik om :))
      cuma ngeliatin Salak, depan danau sambil menikmati angin sejuk yang bikin menggigil.. #ehh

      • nyooohhh, ndak baik itu dekap-dekapan di pinggir danau begitu.. membuat iri orang lain nantiii.. [-( *lahhh*

        ndak lah om hihihi, bersenda gurau saja sampai matahari benar-benar tenggelam di ufuk barat, lalu sudah saatnya pulang lewat jalan yang bisa melihat bukit dengan citylight yg keren!😛

    • pokonya ke arah Ciapus, terus aja sampe ujung perempatan Ciapus, terus tinggal lurus, atau dari perempatan nanya aja sama orang-orang situ🙂 udah deket kok🙂 silakan menjelajaaahhh ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s