Vague

You can love many, but there will only be one you love the most. — film Bones || via @beradadisini

Cinta. Salah satu kata paling universal di dunia. Bisa berarti banyak hal, dari mulai senang hingga sedih. Kau bisa melambung setinggi-tingginya, dan tiba-tiba jatuh terhempas sekeras-kerasnya ke bumi.

Cinta, menyatu dalam satu frasa “jatuh cinta”. Aku pun belum paham mengapa kata “cinta” dan “jatuh” bisa berjodoh dalam sastra? Hmm, jatuh memiliki arti meluncur, terhempas, luruh karena gravitasi bumi. Banyak pula yang menyebutkan bahwa jatuh itu sakit. Titik. Tetapi jika menyatu dalam satu frasa dengan kata “cinta”, jatuh bisa berarti melayang, terbang setinggi-tingginya, dan semua semerta-merta berwarna pink lembut. Haih!

Dalam cinta, kau patut memilih dan dipilih. Mana yang lebih baik? Ah, ada baiknya jangan kau pertanyakan itu, karena jawabannya ada di hati masing-masing orang. Tiap pribadi memiliki penjelasannya tersendiri. Dalam cinta, kau pun patut membiarkan kemana hatimu berjalan, walaupun dia ada di persimpangan, tetapi hati pasti tau arah yang mana yang lebih kuat, arah yang mana yang lebih dapat mengekspresikan hati itu sendiri. Dan dalam cinta, kau pun memiliki kemungkinan untuk patah hati. Ketika hatimu ternyata menjalani hal yang sudah logika bilang salah, tetapi rasa yang ada dalam hati terlalu kuat untuk mengelak pada sang logika. Lalu hati tersebut terpaksa menjalaninya, in the name of following our heart. Namun resiko harus tetap diambil, no matter what happen next.

Dalam hidup, people come and go. Banyak sekali orang yang akan kau temui dan mungkin saja berbeda-beda setiap harinya. Banyak pula yang menyenangi dan disenangi olehmu. Kau mungkin menyenangi banyak orang, tetapi pasti ada setidaknya satu saja orang yang paling kau senangi. Bukankah begitu?

Ada satu orang yang selalu kau ingat ketika kau memiliki dua buah voucher makan. Akan ada satu orang yang selalu kau ingat ketika kau memiliki rencana pergi ke suatu tempat dimana kau hanya ingin kesana, dan tak mengapa jika di sepanjang jalan kau hanya berdiam diri. Dan selalu ada satu orang yang setidaknya akan kau ingat, setiap kau meraih telepon genggammu, entah itu saat hendak tidur, atau saat bangun tidur.

Tetapi bagaimana jika yang satu orang itu tidak lagi mengingatmu ketika kau mengingatnya?

Bagaimana jika yang satu orang itu tidak lagi super perhatian padamu ketika kau perhatian dan masih mengharap perhatian-perhatian lain darinya?

Lalu bagaimana jika yang satu orang itu tidak lagi menjadi pengantar tidurmu dan penyemangat pagi harimu?

Akankah cinta dapat dengan mudah dan cepat diraih kembali? Dengan atau tanpanya..

Sometimes, when that ‘only one’ came into our lives and went away, we didn’t know how to love the person after them. And this love thing just became vague and unreal. — @eliabintang

6 thoughts on “Vague

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s