Aneh

Raindrops

Raindrops

Ketika frekuensi terinterferensi lalu terjadi distorsi. Jadi nggak presisi. Hmm, predisposisi.

Lalu?

Mestinya sih terdekomposisi. Tapi kalo ga bisa, ya permisi. Lagi-lagi adaptasi.

… #dankemudianhening

Terkadang aku menilai diriku sendiri aneh. Kerap melontarkan kalimat-kalimat dengan diksi yang tidak biasa. Apakah waktu itu aku sedang migren atau bagaimana, sehingga sebagian otak bekerja dengan semena-mena. Mungkin banyak pula orang lain yang membenarkan bahwa aku aneh. Kadang pula aku percaya, pria yang cocok denganku, adalah pria yang dapat menangkap frekuensi yang aku keluarkan, dalam artian, dia tidak perlu aneh, tetapi dapat mengerti hal-hal aneh. Ah, aneh sekali😐

Jadi, ketika sebuah sinyal yang diberikan olehnya sudah mengalami gangguan, lalu terjadilah penyimpangan, jadinya nggak tepat lagi. Disitu mulai terjadi kecenderungan khusus ke arah suatu keadaan atau perkembangan tertentu. Mestinya sih terurai menuju hal yang lebih sederhana, tapi kalo ngga bisa ya mau bagaimana lagi, permisi saja. Setelah itu lagi-lagi adaptasi.

Masih tidak mengerti juga? Atau malah tambah aneh? #sigh

*semakin yakin kalo saya ini absurd*

5 thoughts on “Aneh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s