Galaksi Kinanthi

Galaksi Kinanthi

Galaksi Kinanthi

Galaksi Kinanthi. Terbitan pertama tahun 2009. Pertama tau buku ini ketika tahun 2010 diberitahu oleh seorang teman, pernah juga ditulis disini sebagai pemanis cerita di tahun 2011. Tapi tetap saja saya belum membaca bukunya hingga tahun itu, dan baru saja di tahun ini 2012, kesampean beli bukunya, dan membacanya hingga tuntas dengan seksama. Aih, wasting time sekali ya.

Saya selalu suka paragraph awal yang disuguhkan oleh Galaksi Kinanthi, akan saya post ulang disini,

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta..

Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.

Berhati-hatilah…

Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat, menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua berpikir hidupmu telah sempurna.

Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah…

Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan. Meminta sesuatu yang mungkin telah haram bagimu.

Tasaro – Galaksi Kinanthi

Selalu terpesona membaca kalimat demi kalimat yang baru saja dibaca di paragraph awal buku itu. Satu kalimat: saya harus membaca buku ini hingga tuntas, secepatnya.

Kinanthi, tokoh utama dalam cerita ini, adalah seorang anak kecil yang tinggal di Gunung Kidul, berteman dengan seorang anak dari Rois, katakanlah Ustadz, seorang yang dihormati di desa itu. Kinanthi hanya berteman dengannya, karena memang tidak ada yang mau berteman dengan Kinanthi, dengan banyak sekali alasan. Banyak yang bilang ayahnya tukang judi, ibunya baulawean, saudara-saudaranya tidak ada yang benar, dan lain sebagainya.

Hingga suatu hari, Kinanthi ‘ditukar’ dengan 50kg beras. Dengan alasan, keluarganya ingin Kinanthi hidup bahagia diluar sana, tidak hanya di desa itu yang tidak akan ada masa depannya. Namun apakah benar Kinanthi meraih kebahagiaannya setelah pertukaran seorang anak dengan hanya 50kg beras?

Ajuj

Ajuj

Kinanthi anak yang cerdas, beruntung NEMnya meraih nilai rata-rata yang memuaskan, sehingga dapat mengikuti pelajaran dengan baik ketika disekolahkan di kota. Selalu meraih prestasi di sekolahnya, namun tentunya hidup tidak berjalan selalu mulus, ada saja kendala yang Kinanthi dapatkan. Sampai saatnya Kinanthi menjadi seorang TKW di Tanah Arab. Mendapat berbagai macam pengalaman kurang mengenakan disana, berganti-ganti majikan tidak pula memberinya harapan baik. Melawan atau tidak melawan, sama saja, maka Kinanthi lebih memilih melawan ketika sudah dianggap tidak benar.

Kinanthi Hope, sebuah nama yang dikenal di New York. Kinanthi Hope, menjadi seorang professor, penulis, bahkan disebut sebagai Queen of New York. Kinanthi mengubah jalan hidupnya sendiri, Kinanthi mengubah nasibnya, dari seorang anak kecil yang selalu disakiti, dihina dan dicaci, menjadi seorang yang sangat dicari seminarnya, yang sangat didengar kata-katanya, justru dari orang-orang yang tidak tahu pasti identitasnya. Bahkan lebih baik begitu, mungkin jika mereka tahu identitas asli Kinanthi yang seorang Muslimah, tidak akan didengar sampai sebegitunya. Mungkin.

Kinanthi dan Zhaxi

Kinanthi dan Zhaxi

Kinanthi Hope, dalam berbagai seminar dimana dia sebagai pembicaranya, kerap membahas hal-hal tentang perempuan, bagaimana perjuangan mereka, bagaimana jalan pikiran mereka dan sebagainya. Ada beberapa hal yang menggelitik, seperti kalimat-kalimat berikut,

“Otak wanita jauh lebih kompleks dibandingkan dengan otak pria. Pria memiliki banyak sinapsis di daerah lobus frontalis, sedangkan wanita mempunyai lebih banyak selubung mielin”

“Lalu mengapa seorang wanita berpikir lebih lambat?”

“Wanita membutuhkan durasi lama untuk memutuskan sesuatu karena variabel yang diolah otaknya sangat banyak. Ini tidak terjadi pada otak pria. Bagi wanita, detail dan sistematika menjadi kecenderungan otaknya. Itulah mengapa anda banak mengeluh ketika memiliki seorang bos wanita”

Ada pula pendapat Kinanthi Hope mengenai sebuah kebudayaan,

“Anda tahu, kita tidak bisa menghakimi sebuah kebudayaan dengan kacamata budaya kita”

“Predisposisi. Sesuatu yang menumpuk selama bertahun-tahun dan membentuk pola pikir, sensor nilai, dan pandangan hidup. Seperti stalagmit di gua-gua. Sesuatu yang terbentuk secara perlahan. Dari zat yang tidak terlihat sampai berwujud seperti batu yang keras bukan main”

“Mengubahnya butuh suatu gebrakan?”

“Anda harus menghancurkan batu keras itu”

Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang membuat saya berpikir ulang mengenai kehidupan, berpikir ulang bahwa masih banyak orang-orang yang hanya menggunakan satu sudut pandangnya, padahal dalam hidup ini ada baiknya memiliki banyak sudut pandang, bagaimana melihat dari kacamata orang lain, bagaimana melihat dari perasaan orang lain dan sebagainya.

Tasaro GK, memberikan kalimat-kalimat yang memberikan inspirasi, membuat saya menelaah ulang, membuat saya kembali bersyukur akan kehidupan yang sedang dijalani, memberikan sebuah kisah cinta yang outstanding, kisah cinta yang tidak hanya sebatas rasa cinta dua insan lalu bahagia selamanya, tidak. Tasaro memberikan bumbu yang kelewat indah menurut saya, kisah cinta setia, kisah cinta menunggu, kisah cinta mencari, kisah cinta percaya, kisah cinta unik. Tasaro berhasil membuat saya terpesona pada setiap ceritanya, dari Gunung Kidul lalu ke Bandung, lalu ke tanah Arab, dan New York! Pembaca akan disuguhi berbagai macam budaya dari berbagai negara. Dan pembaca disuguhi realita kehidupan yang memang terjadi di sekitar kita.

Galaksi Kinanthi, tidak hanya memberikan pengetahuan tentang rasi bintang Gubug Penceng atau Crux dan lainnya, namun juga Galaksi Cinta.

“Bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut kehendak-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku tetap akan ada disana. Tersenyumlah. Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu”

4 thoughts on “Galaksi Kinanthi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s