Males Tidur

Malam ini, gue udah berusaha ngehubungin Ra di WhatsApp, di YM, lewat sms, dan semuanya no response😐 Argh. Gue lagi kena gejala males tidur nih. Ya ya, mungkin cuma orang aneh kaya gue yang ngalamin kejadian kaya gini. Malam yang hening, sepi, yang buat sebagian orang jadi nikmat banget buat menghantarkan pikirannya ke alam mimpi, tapi ngga buat gue, buat seorang Jo, wanita aneh. Malam, buat gue adalah waktu yang baiknya bisa dinikmati, rasakan keheningannya, rasakan kesunyiannya, rasakan damainya. Itu alasan-alasan ketika gue lagi males tidur. Tapiiii, kadang males tidur kaya gini, gue tetep butuh temen buat ngobrol, dan keberadaan Ra kali ini, nihil. Sigh!

Males tidur, sesak akan masa lalu, dan baca buku trave(love)ing, bukan pilihan yang tepat sebenernya, itu malah bikin gue males tidur, sekalian emang ngga pengen tidur sampe fajar nanti. Ah, fuck you, life!

Melupakan, adalah satu-satunya yang amat sangat gue inginkan untuk ingatan tentang yang satu itu. Tapi sayangnya, usaha melupakan itu ternyata sejalan dengan sang memori menyeruak semakin keluar dari peraduannya. Dahsyatnya ingatan seorang wanita justru akan keluar ketika dia amat sangat berusaha untuk melupakan. Again, fuck you, life!

Oke, salahin Ra yang sekarang mungkin udah masuk ke alam mimpi dan ngga nemenin gue meracau. Dan salahin aja Ra, yang bikin gue malah jadi monolog kaya sekarang ini. *padahal emang udah doyan monolog juga sih, cuma lagi pengen nyalahin aja*
Hal paling menyesakkan dari masa lalu gue adalah, perasaan tidak diinginkan. Oke, gue emang pernah meminta menyudahi sebuah hubungan, pertama kalinya, dan itu bukan jadi satu titik nyerah gue. Buktinya setelah itu gue masih berusaha dan berjuang. It is you who refuse to look, for God’s sake. And it is you who surrender. Pada titik terendah, gue pernah bilang gue nyesel ketemu dia, dan saat itu dia bilang, siapa duluan yang sia-siain? Goddamit! Lu bicara soal sia-sia? Gue ngga pernah sedikitpun berpikiran soal sia-sia. Gue harap lu segera sadar segimana usaha gue buat bikin semuanya baik dan segimana usaha gue buat bikin lu bahagia karena gue. Oke, mungkin gue salah, yang harusnya usaha sampe pol itu tuh cowo, bukan cewe. Dan masih banyak lagi kata-kata yang amat sangat menorehkan luka dan membekas hingga saat ini. Seperti layaknya paku yang telah tertancap pada kayu, ketika suatu saat pakunya sudah terlepas dari kayu itu, sayangnya bekasnya terus ada, no matter what.

Baru kali ini, gue ngerasain yang namanya, perasaan tidak diinginkan, tidak dipedulikan, tidak dihargai, diremehkan. Oke, mungkin cinta gue kepalang gede banget, makanya gue kecewa berat kaya gini.

Gue butuh sesuatu. Being a ghost at some place maybe. Iya, besok gue mau pergi ke suatu tempat. Luka gue ngga akan hilang gitu aja, tapi saat luka sudah tertoreh, dibutuhkan kaki untuk melangkah. Hmm, ngga usah bilang-bilang sama Ra lah ya, ntar tu anak nyariin gue. Gue yang ribet sendiri jelasinnya.

Ngilang. Invisible mood.

2 thoughts on “Males Tidur

    • mwahahahaha :)) salute buat fans beratnya bang omaaaa :))

      iya om, cukup 2 hari aja, tidur jam 4 pagi karena males tidur😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s