A Tiny Bit of Perahu Kertas

Remi : “Kalau nggak begini, saya akan selalu meminta kamu untuk mencintai saya, Gy. Semua yang kamu lakukan adalah karena saya meminta. Carilah orang yang gak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.

Bahu Kugy berguncang tanpa bisa lagi ia tahan.

Kugy : “Tapi … orang itu kan kamu … aku … aku nggak pernah minta apa-apa … tapi … tapi, kamu kasih semuanya …”

Kugy berkata terengah, di sela isakan dan desakan yang begitu kuat menyesak di dadanya.

Remi : “Iya, Gy.”

Remi mengangguk sambil mengusap air mata di pipi Kugy.

Remi : “Kamu mungkin sudah ketemu. Saya yang belum.

Suara Remi mulai bergetar.

Remi : “Saya yang belum …”

Ucapnya lagi, separuh berbisik. Seolah ia sedang memberi tahu dirinya sendiri.

Remi lalu bangkit, sejenak mendekap Kugy yang masih terisak, dan ia melangkah pergi.

Bagian kecil dari film Perahu Kertas yang ouch! banget. Pasti banyak yang punya pengalaman sama dengan Remi ataupun Kugy, bahkan Keenan atau Luhde, but I thought, I’ve ever been on the same position as Remi. I keep it in silence of what, who, and when I felt it. But I did it in the past.

I find myself on Remi.

6 thoughts on “A Tiny Bit of Perahu Kertas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s