Ribet? Ngga juga. Just feel it!

“Cinta adalah ketika engkau merasa terhubung dengan seseorang.
Orang yang mengubah hidupmu, membuka pikiranmu.
Yang membagi rahasia-rahasianya denganmu.
Yang mengerti dirimu, yang pikirannya bekerja dengan cara yang sama dengan pikiranmu.
Seseorang yang kamu kagumi dan menerima segala kebiasaan dan keanehanmu.
Yang ketidaksempurnaannya kau terima apa adanya.
Seseorang yang membuatmu merasa ada di rumah,
di mana pun kamu berada.”

—   Enno, 7112012

——-

Ada beberapa orang yang ribet banget nanya-nanya soal kapan nikah, kenapa belum punya pasangan, ini itu, yang kesannya mengintimidasi. Ada pula yang bilang, “gw cuma pengen elu bahagia”, hey, emang gue keliatan gak bahagia gitu? Ada lagi yang iseng banget bilang, “gw pengen ada seseorang yang jagain elu”, dan gw so far masih bisa handle sendiri kok. Maksutnya gini, nasehatin itu boleh, boleh banget, tapi jangan sampe yang dinasehatinnya itu merasa terintimidasi, merasa digurui, apalagi merasa urusannya terlalu dicampuri.

Selalu inget kata-katanya mba Devi Eriana, “There’s someone for everyone, it’s just a matter of time”. See? So far, saya masih nyantai aja walau ada orang yang bilang kalo umur segini, seperempat abad, udah injury time, menurut saya sih belum ya. Masih butuh waktu buat mencari nyaman yang bener-bener nyaman. Nyaman itu ngga bisa pura-pura. Nyaman itu hanya iya dan tidak. Nggak ada ruang abu-abu alias kepura-puraan. Ujung-ujungnya nanti harapan palsu, ish!

Saya agak kurang ngerti untuk beberapa orang yang terlalu mempertanyakan ini itu tentang pribadi saya, mereka bilang saya tertutup, ini itu. Buat saya, memang ada batasan-batasan tertentu yang membuat diri saya sendiri ngga mengijinkan beberapa orang dari mereka untuk masuk. Saya cukup extrovert kok, hanya saja pada orang tertentu. Kalo kamu bukan orangnya, berarti memang kita beda frekuensi. Jadi saling mendengarkan frekuensi masing-masing aja, daripada berusaha terus-terusan ada di frekuensi yang sama, tapi intermitten terus. Simple aja sih.

Jika pribadi saya sudah cukup terusik, bukan ngga mungkin saya menghindar, sebisa mungkin. Rumit? Hey, wanita itu semuanya rumit, yang membedakan hanya tingkat kerumitannya saja. Bersyukurlah jika saya masih membalas sapaan, masih ingin berbasa-basi, apalagi masih mau diajak ngobrol, tandanya saya ga ada masalah sama kamu. Tapi jika saya sudah terlihat menghindar, berbicara seperlunya saja, pasti ada sesuatu dalam diri saya yang mulai terusik, dalam hal prinsip atau privasi.

Sesuatu yang disebut nyaman, cinta, rasa, membuka hati, atau apalah yang berhubungan dengan itu, tidak bisa dipikirkan, tapi dirasakan. Jadi kalo ditanya, kenapa kamu ngga bisa membuka hati? Kenapa kamu ngga bisa nyaman sama dia? What should I answer. It’s just, my heart doesn’t feel it. Hati itu terhubung dengan sendirinya. Jangan memaksa, dan jangan dipaksakan.

Seperti beberapa kalimat pembuka diatas, cinta itu ketika kamu merasa terhubung. Jangan tanya caranya gimana merasa terhubung dan harus gimana supaya merasa terhubung, it just happens. Ketika kamu bertemu dan klik, seperti itulah rasanya. Saat ada banyak hal yang kamu tidak merasa rumit ketika bersamanya, walaupun kamu sendiri tau, diri kamu saja sudah cukup rumit.

And the last, feels like going home, and feels like at home whole day.

8 thoughts on “Ribet? Ngga juga. Just feel it!

  1. kata pepatah : “biarpun anjing terkaing-kaing, kucing mengeong, kambing mengembik, sapi melenguh, burung berkicau, orang keren cuek berlalu”

    dan tampaknya ada yg ultah jeuh
    MAKAN-MAKAAAANNN !!! M/

  2. hahaha
    ini dumelan yg mestinya juga aku ocehkan. tapi…. yah spt komen di atas saya… udah lama gak kuambil pusing. biarkan mrk semua menggonggong, mengeong, mengembik dan melenguh… orang keren mah berlalu ajah!

    semangat tanti!😀

  3. Aaaaaakkkkk!! I’M IMPRESSED!

    baca tulisan ini kak, bener2 seperti baca hatiku sendiri. Ini seperti apa yang aku pikirkan, aku rasakan. Aku gak bisa ngungkapinnya, tapi ya aku ngerasa klik banget pas baca tulisan ini. Sepertinya ke depan aku akan sering2 baca blog ini.. :’) makasih kak!

    • hahaha, kemarenan itu mau diapdet tapi ternyata di hack ama orang bangladesh :)) alhamdulillah setelah minta bantuan sama webdesignernya blog ini, dalam hitungan menit, sudah kembali seperti sedia kala.. alhamdulillah juga tulisan2annya ga diacak2 sama hackernya :-s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s