Duaribulimabelas

duajanuariduaribulimabelas.

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Duaribuempatbelas yang pernah saya nantikan sebelumnya, ternyata sudah berlalu .. dengan indah🙂 Ada rasa puas telah melewati duaribuempatbelas yang begitu saya banggakan bahkan sebelum memasuki tahun tersebut. Kenapa? Karena saya suka angka empatbelas :p Simple!

Dulu, sebelum duaribuempatbelas datang, saya pernah menulis angka 14 0 2 2 0 14. Saya sebut sebagai angka palindrome. Apa itu? Bisa dilihat disini saja. Intinya sebarisan angka yang dilihat runutannya dari kanan maupun kiri sama saja. 14 0 2 2 0 14. Khayalan saya yang pertama adalah, apakah mungkin saya mendapatkan apa yang selama ini saya impikan di duaribuempatbelas? Khayalan selanjutnya, akankah terjadi di 14 Februari 2014 (representasi dari 14 0 2 2 0 14)? Setelah menulis angka-angka itu, saya hanya tersenyum. Resolusi hanyalah resolusi, selama tidak muncul keinginan yang begitu hebat, sehingga semesta berkonspirasi dalam mewujudkannya.

Lalu, ketika duaribulimabelas datang, kembali saya tersenyum. Bukan karena sesuatu terjadi di 14 Februari 2014, tapi saya tersenyum puas melewati dan me-review semua kejadian di duaribuempatbelas. Setelah galau-galau yang sebelumnya, nyatanya di tahun duaribuempatbelas telah terwujud beberapa impian kecil saya namun sangat besar artinya. Pertama, bertemu teman lama yang pernah saya kagumi, dan kemudian kita dekat tidak hanya sebagai teman, dan kemudian dekat tidak hanya sebagai pacar, dan kemudian nantikan saja haha. Kedua, ada secercah cahaya yang perusahaan saya berikan atas usaha saya juga bos saya yang galak itu. Ketiga, mungkin sebutan mahasiswa abadi pernah saya sandang beberapa tahun, yang kemudian akhirnya saya bisa menambahkan gelar dibelakang nama saya. Wis Udah! (Setelah sebelumnya gelar Ahli Madya yang antara ada dan tiada tersemat). Alhamdulillah di duaribuempatbelas banyak hal yang telah terjadi dan akan selalu saya kenang sepanjang hidup. Tahun yang super sekali. Ibarat makanan, rujak lah. Manis iya, pedes iya, asem iya, asin iya, kecut juga ada, pait juga😀

Namun alangkah baiknya tidak menjadi manusia yang cepat puas, karena masih banyak jembatan, kelokan, batu kerikil, dan lainnya yang patut dihadapi di depan sana🙂

Sekarang, saatnya menyemangati diri, menghadapi duaribulimabelas, menyongsong masa depan yang lebih gemilang lagi, always keep positive in mind, dan lainnya yang hanya patut saya sebut dalam hati, dalam doa sehari-hari🙂

2 thoughts on “Duaribulimabelas

  1. senang membaca semua baris di atas, semua jadi semacam aura masa depan yg cerah dan penuh bintang bertebaran di atas langit kebon raya.. semoga hidupnya makin bersinar dengan tambahan galaxy yg akan melindungi semestamu ^^

  2. senang jugaaa akhirnya nulis lagi. bahan sih banyak om, males nulisnya itu lho hahaha.. *selftoyor*
    alhamdulillah om, mari awali tahun ini dengan perasaan gembira, walau tidak dipungkiri banyak aral yang sepertinya hanya harus dihadapi ketimbang dikeluhkan😀

    aamiin untuk segala doanya.. semoga semesta berkonspirasi untuk segala kebaikan /

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s