Training CCNA [Part I]

Hari Minggu itu hampir sama seperti biasanya, kalau lagi rajin, saya bersama suami pergi olahraga pagi. Treknya ngga jauh dari rumah, mungkin secara total kita hanya jalan kaki sekitar 6 kilometer. Istilahnya pagi itu kita hanya mencari keringat saja. Sesampainya dirumah, sekitar jam setengah sembilan pagi, kita leyeh-leyeh di ruang tamu, makan cemilan yang ada, melepas lelah.

Lalu saya iseng ngecek hape pribadi dan hape kantor. Ternyata sudah ada beberapa bbm dan telpon dari orang kantor dan dari bos. Ada masalah apa? pikir saya dalam hati.

Saya balas bbm dari teman saya yang pada saat itu memang masuk shift pagi di hari Minggu. Beliau memberitahukan saya apakah saya sudah diberitahu oleh pak bos kalau keesokan harinya, Senin 10 Agustus 2015 training di Bandung jam 10 pagi? Saya menjawab jujur saja tidak ada info apa-apa sebelumnya. Tidak lama kemudian pak bos nelp, beliau memberitahukan kalau hari Senin pak bos dan salah satu engineer sudah dijadwalkan training CCNA (Cisco Certified Network Associate) di Bandung mulai jam 8 pagi sampai hari Jumat. Total 5 hari. Namun karena beliau dan engineer tersebut sedang ada project mendadak, maka mereka berdua tidak diijinkan oleh GM untuk pergi ke Bandung. Maka pak bos mendelegasikan saya untuk menggantikannya training selama 5 hari dan diakhiri dengan sertifikasi, dan diharapkan saya bisa berangkat ke Bandung malam itu juga agar esok hari tidak terlambat. Beliau kemudian bertanya, “Kamu pernah kan training CCNA?”. “Iya pak pernah, tapi itu udah lama sekali, 4 tahun lalu mungkin. Itupun hanya training di kantor aja ga sampe sertifikasi”, jawab saya. Lalu beliau tertawa, “Nothing to lose lah Tan, lulus gak lulus wis bebas, nanti juga diajari lagi kok dari awal”. Saya agak sedikit bernafas lega karena seingat saya training dan sertifikasi CCNA itu mahal sekali.

Walaupun begitu, saya bingung, satu sisi saya penasaran dengan training dan sertifikasi ini karena pak bos dan engineer itu pun belum pernah lulus sertifikasi CCNA. Di sisi lain, ini terlalu mendadak, apalagi saya sudah berkeluarga, saya harus berfikir panjang kedepan memikirkan apa yang akan terjadi hari ini hingga ke hari Jumat, karena saya akan meninggalkan suami saya selama 5 hari untuk training.

Setelah pembicaraan ini itu dan menenangkan diri dan juga suami yang sempat kesal dengan tindakan semena-mena pak bos, akhirnya sudah diputuskan bahwa saya tetap mengikuti perintah pak bos untuk menggantikan beliau pergi training dan sertifikasi ke Bandung, tapi dengan catatan tidak bisa pergi malam ini juga. Saya sudah merencanakan akan berangkat di hari Senin jam 3 pagi, mengejar supaya datang tepat waktu (jam 8 pagi).

Keesokan harinya, jam 3 pagi saya dan Bapak sudah siap berangkat dari rumah. Mampir dulu ke drive thru resto siap saji 24 jam terdekat. Jam setengah 4, makanan ready, lalu cus berangkat nyetir sendiri, off to Bandung. Gak lupa mampir juga ke rest area untuk sholat Subuh dan sarapan.

Singkat cerita, jam setengah 7 udah sampai di gerbang tol Buah Batu. Optimis bakal tepat waktu sampai di tempat training, padahal belum tau sama sekali tempatnya dimana. Agenda pagi itu, saya dan Bapak akan ke tempat sepupu dulu, untuk kemudian diantar ke tempat training. Seingat saya dari tol Buah Batu, belok kiri, terus sampai lampu merah lalu belok kanan, tapi menurut Bapak, lurus saja nanti lewat Trans Studio Mall. Tapi bukannya lurus itu biangnya macet (arah Pizza Hut Buah Batu)?. Benar saja, ketika saya ambil lurus, macet panjang. Saya sudah uring-uringan khawatir terlambat. Ini hari pertama, pikir saya. Jam 7 baru sampai di sekitaran Jl Terusan Jakarta dan saya melihat arah balik macet panjang sekali. Pesimis sampe tepat waktu. Jam setengah 8 akhirnya sampai juga di Cisaranten. Lalu sepupu sudah siap mengantar ke Jl Belitung. Cukupkah setengah jam sampai ke Jl Belitung?. Sungguh tak dinyana, macet yang tadi terlihat di Jl Terusan Jakarta sudah reda. Alhamdulillah benar-benar sampai tepat waktu ke tempat training, dan pengajarnya pun terkena macet dan agak telat. Fiuh!

Full of drama. Fiuh. Haha.

2 thoughts on “Training CCNA [Part I]

  1. Pingback: Training CCNA [Part II] | SimplyGonzi
  2. ..kalau lagi rajin, saya bersama suami pergi olahraga pagi. Treknya ngga jauh dari rumah, mungkin secara total kita hanya jalan kaki sekitar 6 kilometer. Istilahnya pagi itu kita hanya mencari keringat saja..

    1.. saya bersama suami.. kalimat yg ihiy..
    2. ..’hanya’ nyari keringet kok jalan sampe 6 kilo,.. keliling kebon raya coba, sepertinya asik, eh berapa kilo ya kira2..
    3. lagian nyari keringat ama suami kok jalan kaki, nganuan dong huahuahuha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s